• Sabtu, 25 Juni 2022

Akibat Pergeseran, Suku Aborigin Australia Dan Papua Terpisah

- Rabu, 29 Desember 2021 | 12:38 WIB
Suku Aborigin merupakan suku asli atau pribumi di benua Australia (greorius,daud)
Suku Aborigin merupakan suku asli atau pribumi di benua Australia (greorius,daud)

Baca Juga: Menelusuri Jejak Tradisi Santiago, Tradisi Berziarah ke Makam Para Sultan-Sultan Buton

Meskipun saat ini para seniman Aborigin modern masih meneruskan tradisi, tetapi mereka juga mulai mengadopsi material modern yang serbaguna. Selain memiliki pelanggan internasional, kesenian asli Aborigin juga menjadi sumber pendapatan yang besar untuk beberapa komunitas di Australia. Saat ini, sebagian besar suku Aborigin telah pindah ke kota. Namun mereka mengalami kesulitan kesehatan dan ekonomi, dengan indikator sosial yang buruk seperti pendidikan yang rendah, banyaknya pengangguran, serta kemiskinan yang tinggi. Proses urbanisasi ini lebih berdasarkan pada tekanan politik dibandingkan keinginan mereka sendiri.

Kebudayaan Australia kaya akan tradisi seni Aborigin. (wamenakece)

Suku Aborigin sendiri terbagi atas banyak kelompok menurut wilayah yang mereka tinggali, diantaranya adalah Aborigin Bama di wilayah Queensland, Aborigin Koori di wilayah New south Wales dan Victoria, Aborigin Murri di wilayah Queensland selatan, Aborigin Noongar di wilayah selatan bagian Australia barat, Aborigin Nunga di wilayah Australia selatan, Aborigin Anangu di wilayah dekat perbatasan Australia selatan dan barat, serta Aborigin Palawah yang tinggal di pulau Tasmania.

Baca Juga: Bukti Sejarah Percampuran Budaya Tiongkok Dengan Eropa

Komunitas Aborigin terbanyak ialah Aborigin Anangu yang memiliki populasi 32,5% dari seluruh orang Aborigin di Australia, namun jika dihitung keseluruhan dengan penduduk Australia suku Aborigin hanya berjumlah 517.000 jiwa dan jika di persentasi hanya 2,3%. Sempat terjadi diskriminasi dari orang-orang Eropa terhadap suku Aborigin, bahkan suku Aborigin kerapkali dianggap sebagai Fauna atau hewan, namun diskriminasi tersebut saat ini berangsur-angur melunak, dan salah satu strategi politik untuk permasalahan Aborigin adalah dengan proses Asimilasi antara orang kulit putih dan kulit hitam Suku Aborigin. Perkawinan campur ini banyak membuat anak-anak mereka menjadi tidak lagi berkulit hitam, bahkan untuk generasi-generasi berikutnya semakin putih sama dengan orang Eropa.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Tags

Terkini

Jejak Sejarah Gedung Lawang Sewu Semarang

Kamis, 31 Maret 2022 | 15:05 WIB

Sejarah Ritual Ngalak Air Dalam Pemindahan IKN

Senin, 14 Maret 2022 | 11:08 WIB
X