• Sabtu, 1 Oktober 2022

Cinta Indonesia , Hingga 200 Komunitas Gamelan tersebar Di Amerika

- Rabu, 5 Januari 2022 | 14:43 WIB
Membantu penyebaran dan pembentukan kelompok gamelan (Dok. IG@thechimney_myc)
Membantu penyebaran dan pembentukan kelompok gamelan (Dok. IG@thechimney_myc)

KETIKNEWS.ID,-- Para mahasiswa yang pernah mengikuti mata kuliah gamelan di universitas-universitas Amerika inilah yang kemudian membantu penyebaran dan pembentukan kelompok gamelan, yang sekarang jumlahnya hampir mencapai 200 kelompok yang tersebar di seluruh negara bagian di AS. Jika memang tertarik dengan gamelan, biasanya setelah lulus, para mahasiswa itu kemudian pergi ke Indonesia untuk mempelajari gamelan lebih lanjut.

Baca Juga: Lucian Zbarcea, Warga Rumania yang Memperkenalkan Gamelan Ke Masyarakat Rumania

Gamelan Raga Kusuma yang dibentuk oleh Andrew McGraw pada tahun 2007 di Richmond, Virginia ini adalah salah satunya. Andrew yang memiliki pengalaman belajar gamelan di Bali, menjadi pengajar utama di kelompok gamelan Bali yang beranggotakan sekitar 30 orang, mulai dari umur 8 hingga 70 tahun.

Beragam kolaborasi seringkali dilakukan oleh Gamelan Raga Kusuma, salah satunya dengan komunitas Banjar Bali, yaitu komunitas masyarakat Bali di daerah Washington, D.C.

Dok. IG@thechimney_myc (Dok. IG@thechimney_myc)

Andrew McGraw menjelaskan “Ketika ada kegiatan yang berhubungan dengan pementasan tradisional kebudayaan Bali, seperti menari, banyak warga dari Banjar Bali, salah satunya saya, yang diundang. Jadi misalnya seperti dari Richmond dengan Gamelan Raga Kusuma, sering sekali mengadakan pentas, kita jadi sering ikut di sana,” papar Ika Inggas, ketua dari komunitas Banjar Bali.

Beralih ke Berkeley, California, kelompok Gamelan Sekar Jaya yang sudah berdiri sejak 35 tahun yang lalu adalah kelompok gamelan tertua di AS. Kelompok gamelan yang didirikan oleh I Wayan Suweca bersama warga Amerika, Rachel Cooper dan Michael Tenzer ini banyak bekerja sama dengan University of California, Berkeley, dalam mata kuliah gamelan dan juga dalam mendatangkan guru gamelan dari Bali.

Baca Juga: Karya Andrei Zapsa, Bucharest, Romania, Di Persembahkan Untuk Indonesia

Sampai hari ini, anggota Sekar Jaya sudah mencapai sekitar 60 orang baik Amerika maupun Indonesia. Melalui Sekar Jaya, orang-orang Amerika dan juga Indonesia yang tinggal di California, bisa belajar tentang berbagai kesenian Bali termasuk gamelan dan tariannya dengan instruktur yang langsung didatangkan dari Bali dan juga instruktur asal Amerika. “Ada unsur belajarnya, unsur pertunjukan dan pertukaran budaya. Jadi pentas sambil belajar tentang kesenian tentang budaya Bali, Indonesia,” jelas Emiko yang bergabung sebagai murid dengan Sekar Jaya.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

4 Keris Kuno yang Jadi Incaran Kolektor Benda Pusaka

Kamis, 15 September 2022 | 07:53 WIB

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB
X