• Rabu, 10 Agustus 2022

Sebelum MotoGP Digelar, Para Tokoh Adat Lombok Musyawarah Puncak Tradisi Bau Nyale

- Kamis, 13 Januari 2022 | 16:38 WIB
Para tokoh adat di Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dok.IG@ipb_pathulbahhri)
Para tokoh adat di Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dok.IG@ipb_pathulbahhri)

KETIKNEWS.ID,-- Para tokoh adat di Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar acara Sangkep Warige atau musyawarah adat di Desa Wisata Sasak Ende, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Sabtu, (08/01/2022). Sangkep Warige merupakan acara adat yang digelar setiap tahun untuk menentukan puncak tradisi Bau Nyale di Pantai Selatan Lombok, NTB.

Bau Nyale berarti menangkap Nyale. Sementara Nyale diyakini sebagai jelamaan Puteri Mandalika. Dia merupakan puteri yang cantik dan diperebutkan oleh banyak pangeran. Dia memutuskan untuk menceburkan diri ke laut untuk mencegah perpecahan di antara para pangeran. Rakyatnya kemudian menemukan banyak Nyale atau cacing laut di tempat Puteri Mandalika membuang dirinya.

Baca Juga: Keren Gaya Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut MotoGP 2022

Warga sekitar memperingati puncak bau nyale pada Febaruari dan Maret. Sebelum digelar, tokoh adat setempat melakukan ritual Sangkep Warige untuk menentukan tanggal pelaksanaan Bau Nyale.

1. Ditentukan dari suara alam

Sangkep Warige merupakan acara adat yang digelar setiap tahun (Dok.IG@ipb_pathulbahhri)

Dalam keputusan Sangkep Warige, para tokoh adat di Lombok Tengah memutuskan event Bau Nyale atau cacing laut jatuh pada 20-21 Februari 2022. anggal itu merupakan keputusan para tokoh adat masyarakat Suku Sasak sebagai ketetapan waktu pelaksanaan acara puncak Bau Nyale.

Baca Juga: Kemenparekraf Sandiga Uno Tinjau Persiapan MotoGP Indonesia 2022

Wakil Bupati Lombok Tengah, H. M Nursiah mengatakan Sangkep Warige biasanya dilakukan mengacu pada tanda-tanda alam. Seperti bunyi Tengkere, Bintang Towot, dan penanggalan Sasak.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB

Pekan Seni dan Budaya Korea Bersama LRT Jakarta

Rabu, 27 April 2022 | 10:09 WIB

‘NyakSeni Santri’, Program Lesbumi Jabar

Senin, 18 April 2022 | 16:01 WIB

Dana Indonesiana Untuk Berkarya dan Berbudaya `

Jumat, 8 April 2022 | 11:46 WIB
X