• Senin, 23 Mei 2022

Lestarikan Budaya Sunda, Adakan Lomba Ngurek Piala Gubernur Jabar

- Senin, 17 Januari 2022 | 16:35 WIB
Lomba ngurek salah satu kegiatan yang terbilang langka dilaksnanakan di zaman sekarang (Dok.okkasupradan)
Lomba ngurek salah satu kegiatan yang terbilang langka dilaksnanakan di zaman sekarang (Dok.okkasupradan)

KETIKNEWS.ID,-- Lomba ngurek salah satu kegiatan yang terbilang langka dilaksnanakan di zaman sekarang, karena adanya perubahan ekosistem yang kebanyakan ikan lubang dan sidat terdapat di sungai-sungai.

Namun, salah seorang Seniman dan Pemerhati Kebudayaan di Kabupaten Tasikmalaya, H. Taufik Faturohman, tepatnya di Desa Pagersari Kecamatan Pagerageung pada Minggu 16 Januari 2022, menginisiasi kegiatan tersebut yang awalnya hanya tingkat lokal, tapi sekarang sudah memperebutkan piala Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga: Merajut Kembali Sejarah Kediri dan Bali, Menggelar Anggit Budaya

H.Taufik mengatakan bahwa ngurek merupakan tradisi khas sunda yang sudah mulai ditinggalkan.

H. Taufik Faturohman (Dok. t_faturohman)

"Ikan Lubang atau Sidat merupakan ikan yang paling tinggi nilai proteinnya, bahkan negara Jepang sengaja mengeksport ikan tersebut dari Indonesia, nah mengapa kita tidak di lestarikan ikan tersebut," jelasnya.

Dengan lomba ngurek, para peserta atau warga merasa tergugah untuk membudidayakan ikan lubang atau sidat karena harganya cukup mahal.

Di ajang Lomba Ngurek ke 3 Bumi Ageung ini, jumlah pesertanya dibatasi demi kenyamanan, dan hanya 67 orang yang diikutsertakan meski pendaftar membludak.

Baca Juga: Perbedaan Budaya Menjadi kekayaan kebudayaan Indonesia

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Infotasik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB

Pekan Seni dan Budaya Korea Bersama LRT Jakarta

Rabu, 27 April 2022 | 10:09 WIB

‘NyakSeni Santri’, Program Lesbumi Jabar

Senin, 18 April 2022 | 16:01 WIB

Dana Indonesiana Untuk Berkarya dan Berbudaya `

Jumat, 8 April 2022 | 11:46 WIB

Menko PMK Dukung Reog Ponorogo Diusulkan ke UNESCO

Selasa, 5 April 2022 | 09:17 WIB
X