• Minggu, 14 Agustus 2022

Menparekraf Rekomendasikan Museum Pasifika Bali Sebagai Venue Side Event G20

- Selasa, 18 Januari 2022 | 10:20 WIB
Museum Pasifika Bali sebagai salah satu tempat side event G20. (Dok. Kemenparekraf)
Museum Pasifika Bali sebagai salah satu tempat side event G20. (Dok. Kemenparekraf)


KETIKNEWS.ID,-- Sandiaga Salahuddin Uno, merekomendasikan Museum Pasifika Bali sebagai salah satu tempat side event G20. Guna memberikan apresiasi para seniman atas karya seni yang bernilai tinggi sekaligus mendorong kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pak Philippe (pendiri Museum Pasifika) sudah mengajak kita untuk berkeliling. Dan saya terfikir untuk menjadikan Museum Pasifika ini sebagai tempat side event untuk kegiatan kita seperti G20. Kita bisa memulai dengan lunch atau cocktail atau mungkin dinner di sini, membawa tamu-tamu, sehingga bisa mengapresiasi karya seni untuk kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ini yang kita harapkan,” ujar Menparekraf, usai meninjau Museum Pasifika, di Nusa Dua, Bali, Minggu (15/1/2021).

Baca Juga: Kemenparekraf APDESI Kolaborasi Kembangkan Potensi Desa Wisata dan Desa Kreatif

Museum Pasifika menyimpan 600 karya seni lukisan serta pahatan yang mengesankan dari 200 seniman di 25 negara Asia Pasifik. Selain itu, Museum Pasifika juga menjadi pusat budaya dengan mengedepankan aspek pendidikan dan sosial, dan daya tarik wisata bertaraf internasional.

Museum Pasifika Bali Sebagai Venue Side Event G20 (Dok.IG@wisatasekolahh)

Indonesia sendiri memiliki koleksi masterpiece dari Raden Saleh hingga Lempad, dari Affandi dan Hendra hingga Kobot, ini menunjukkan bahwa karya seni Indonesia sangat potensial dan luar biasa.

“Seperti yang kita lihat ini luar biasa, di belakang kita ada foto yang menjadi lukisan sangat epic dari Raden Saleh dan Pangeran Diponegoro. Seperti yang kita ketahui Raden Saleh memiliki koleksi termahal, lukisan yang di jual dapat mencapai harga 11 juta Euro dan ini sudah semestinya kita apresiasi,” ujarnya.

Menparekraf pun memahami bahwa pandemi COVID-19 sangat menghantam kegiatan yang berbasis seni. Dan Museum Pasifika tentunya mengalami penurunan yang signifikan. Tapi ia menghargai inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang dilakukan Museum Pasifika. Salah satunya dengan mendapatkan sertifikasi CHSE.

Baca Juga: Kemenparekraf Sandiga Uno Tinjau Persiapan MotoGP Indonesia 2022

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anthoni Salim Bos Indofood Bisnisnya Merajai Dunia

Kamis, 17 Maret 2022 | 15:32 WIB
X