• Rabu, 10 Agustus 2022

Peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-275

- Kamis, 10 Februari 2022 | 17:41 WIB
Kraton Yogyakarta menggelar peringatan berdirinya Kesultanan Yogyakarta yang biasa disebut dengan istilah Pengetan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-275 pada tanggal 2 & 3 Januari 2022. (Dok. kratonjogja.id)
Kraton Yogyakarta menggelar peringatan berdirinya Kesultanan Yogyakarta yang biasa disebut dengan istilah Pengetan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-275 pada tanggal 2 & 3 Januari 2022. (Dok. kratonjogja.id)


KETIKNEWS.ID,-- Kraton Yogyakarta menggelar peringatan berdirinya Kesultanan Yogyakarta yang biasa disebut dengan istilah Pengetan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-275 pada tanggal 2 & 3 Januari 2022.

Kegiatan yang berlangsung tepat setelah pergantian tahun ini diselenggarakan berdasarkan penanggalan Kalender Sultan Agungan yang jatuh setiap tanggal 29 Jumadil Awal.

Baca Juga: Kolaborasi KJRI Mumbai dan Keraton Jogjakarta Hadirkan Pertunjukan Wayang Orang Gana Kalajaya

Berdasarkan asal-usulnya, sebulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi sebagai pendiri Kesultanan Yogyakarta memproklamasikan berdirinya kerajaan baru pada tanggal 13 Maret 1755 atau 29 Jumadil Awal 1680 Be.

Dalam sambutan virtual majelis tasyakuran peringatan Hadeging Nagari, Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 memberi pesan dalam menyikapi berbagai perubahan.

“Berbagai perubahan yang terjadi adalah sejatinya keniscayaan, selayaknya falsafah hidup cakra manggilingan, di mana manusia dituntut arif dan samadya dalam menyikapi berbagai situasi. Tidak menjadi tinggi ketika bahagia dan tidak merasa jatuh terjerembab saat mendapat cobaan,” ujar Sri Sultan.

Kegiatan yang berlangsung tepat setelah pergantian tahun (Dok. kratonjogja.id)

Dalam menyikapi pandemi Covid-19, Ngarsa Dalem menyiratkan hikmah agar umat manusia senantiasa belajar, sebagai wujud krenteg atas gareget mangasah mingising budhi. Tidak hanya itu, Ngarsa Dalem juga berpesan kepada seluruh masyarakat tentang menjaga nilai budi pekerti.

“Alangkah baiknya apabila nilai budi pekerti ditanamkan di lingkungan keluarga dan warga sejak dini. Jadikan keluarga sebagai ruang untuk mulat sarira. Jadikan pula rumah sebagai madrasah yang melatih anak dan generasi muda untuk memahami tepa salira, tenggang rasa dan rasa menghargai sesama,” imbuh Sri Sultan.

Baca Juga: Jogja Famtrip 2021, Membangkitkan Sektor Pariwisata

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: kratonjogja.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Singkat Kerajaan Islam Samudera Pasai

Jumat, 1 Juli 2022 | 13:31 WIB
X