• Rabu, 10 Agustus 2022

Ungkap, Tradisi Sunat Dalam Masyarakat Nagekeo

- Jumat, 11 Februari 2022 | 21:32 WIB
Upacara sunat dikenal dengan istilah ‘nggedho dora’ (Dok. kemdikbud)
Upacara sunat dikenal dengan istilah ‘nggedho dora’ (Dok. kemdikbud)

KETIKNEWS.ID.-- Upacara sunat dikenal dengan istilah ‘nggedho dora’ (keluar dan mengembara). Kaum laki-laki, seperti halnya kaum perempuan, perlu melakukan ritual atau pendewasaan diri secara adat. Ritual dalam pendewasaan diri tersebut dapat dilakukan melalui sunat. Sunat dalam masyarakat Nagekeo selalu mengarah kepada kaum laki-laki yang secara fisik dan mental siap untuk menjadi dewasa dan siap tampil dalam masyarakat.

Baca Juga: Dibalik Ritual Panjang Jimat, Tradisi Tahunan Keraton Cirebon

Di Nagekeo sendiri, ada perbedaan pandangan tentang sunat di beberapa kelompok suku etnis berkaitan dengan pemaknaan ritual sunat. Sunat, bagi kebanyakan suku etnis di Nagekeo, diyakini sebagai tahap pembersihan diri (tau nuwa) sekaligus pengukuhan menjadi dewasa sehingga bisa terlibat secara aktif dalam acara adat atau disebut juga pematangan kedewasaan.

Upacara sunat dikenal dengan istilah ‘nggedho dora’ (dok. kemdikbud)

Hal tersebut berbeda dengan masyarakat di wilayah Boawae. Di Boawae, sunat secara fisik hanyalah merupakan ritual pembersihan diri karena ada kontak fisik atau tindakan secara fisik pada tubuh biologis seorang anak laki-laki, atau disebut juga pengukuhan menjadi seorang pemuda. Dalam ritual sunat tersebut, anak laki-laki Boawae biasanya melakukannya dengan keluar kampung atau dalam istilah lokal disebut dengan gedho loza.

Baca Juga: Makna di Balik Prosesi Adat Tradisi Suku Batak Dalam Penyambutan Presiden di Toba

Gedho loza dilakukan secara diam-diam antara para pemuda yang hendak melakukan sunat dengan tukang sunat dan tetua adat. Di kemudian hari, akan dilakukan suatu pengukuhan menjadi dewasa dan pembebasan menjadi seorang dewasa sehingga bisa ikut dalam acara adat atau pembicaraan adat (tau ngi’i ae).

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Kemdikbud

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB

Pekan Seni dan Budaya Korea Bersama LRT Jakarta

Rabu, 27 April 2022 | 10:09 WIB

‘NyakSeni Santri’, Program Lesbumi Jabar

Senin, 18 April 2022 | 16:01 WIB

Dana Indonesiana Untuk Berkarya dan Berbudaya `

Jumat, 8 April 2022 | 11:46 WIB
X