• Rabu, 10 Agustus 2022

Pahlawan Indonesia Yang Terlupakan, Wikana Sang Penculik Soekarno

- Senin, 14 Februari 2022 | 17:48 WIB
Setiap gerakan kemerdekaan di sebuah bangsa tak bisa dilepaskan dari peran para pemuda (Dok.Sejarahindonesia)
Setiap gerakan kemerdekaan di sebuah bangsa tak bisa dilepaskan dari peran para pemuda (Dok.Sejarahindonesia)

KETIKNEWS,ID,-- Setiap gerakan kemerdekaan di sebuah bangsa, tak bisa dilepaskan dari peran para pemudanya. Tak ketinggalan di Indonesia, saat kemerdekaan 17 Agustus 1945, sejumlah pemuda turut memainkan peran penting. Salah satunya adalah pemuda bernama Wikana. Lahir di Sumedang (Jawa Barat), 16 Oktober 1914, Wikana sejak muda sudah sering melakukan kegiatan yang menentang kehadiran kaum penjajah (terutama Jepang atau Belanda).

Baca Juga: Menguak Sejarah kemunculan Hari Valentine

Dari enam belas bersaudara, ada tiga nama dalam keluarga pasangan Raden Haji Soelaeman-Nonoh ini yang dikenal jaman pergerekan pra kemerdekaan. Pertama, Winanta, kemudian Rukmanda, lalu baru Wikana. Ketiganya dikenal pegiat anti penjajah yang lebih memilih perjuangan bersama Partai Komunis Indonesia. Kedua kakaknya gugur lebih dulu sebelum kemerdekaan karena prinsip perjuangannya. Wikana sendiri, pun terlibat aktif melalui jaringannya di bawah tanah melawan penjajah.

Wikana, Lahir di Sumedang (Jawa Barat), 16 Oktober 1914 (Dok.Sejarahindonesia)

Setelah PKI dinyatakan organisasi terlarang pada 1927 oleh Belanda, memang sejumlah tokoh pemuda seperti Amir Syarifuddin, Adam Malik, Chairul Saleh, Wikana dan lain-lain, memilih berjuang secara tersembunyi. Karena perjuanganya yang sangat radikal, Wikana pun bisa kenal dekat dengan Soekarno dan Hatta di masa itu.

Baca Juga: 6 Peristiwa Luar Biasa Dalam Sejarah Islam pada Bulan Rajab

Saat pendudukan Jepang, ia aktif di beberapa organisasi pemuda. Diantaranya Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia) serta Angkatan Pemuda Indonesia (API). Ia juga sempat ditahan oleh penjajah Belanda sebelum kemerdekaan. Saat Jepang masuk Indonesia, Wikana pun menghirup udara bebas. Ia secara lihai berganti indentitas dan nama menjadi Sunarto serta menjadi “agen” di Angkatan Laut Jepang (Kaigun) bersama Ahmad Subardjo.

Baca Juga: Sah Jadi Nama IKN, Gus Muhaimin: Nusantara Punya Makna dan Sejarah Kuat

Menjelang Agustus 1945, ketika kondisi Jepang di dunia terjepit oleh kekuatan Sekutu, pihak Kaigun memberikan sedikit keleluasaan bagi pemuda Indonesia untuk “melek politik”. Dibukalah semacam kursus pergerakan Indonesia Merdeka. Dan di saat itu, ada tiga nama atau tempat di mana banyak pemuda aktif merangcang untuk proklamasi, seperti Asrama Menteng 31, Asrama Indonesia Merdeka, dan Asrama Cikini 71. Wikana lebih banyak bergerak di Menteng , yang kini menjadi tempat bersejarah dengan nama Gedung Juang. Wikana di sini ditunjuk sebagai Kepala Sekolahnya.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Singkat Kerajaan Islam Samudera Pasai

Jumat, 1 Juli 2022 | 13:31 WIB

Jejak Sejarah Gedung Lawang Sewu Semarang

Kamis, 31 Maret 2022 | 15:05 WIB
X