• Rabu, 10 Agustus 2022

Pesona Festival Pasola, Event Tahunan di Nusa Tenggara Timur

- Senin, 7 Maret 2022 | 11:39 WIB
Pasola adalah salah satu upacara adat dari kepercayaan Marapu (Dok.the_happiness_projects)
Pasola adalah salah satu upacara adat dari kepercayaan Marapu (Dok.the_happiness_projects)

KETIKNEWS.ID,-- Salah satu acara yang menarik wisatawan untuk datang ke Sumba adalah untuk menyaksikan Festival Pasola. Festival Pasola atau biasa disebut juga dengan Perang Pasola merupakan sebuah permainan tradisional yang dilakukan oleh beberapa suku di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Pasola adalah salah satu upacara adat dari kepercayaan Marapu yang sangat terkenal karena melibatkan banyak sekali orang dan memiliki antraksi yang sangat indah. Pasola merupakan sebuah permainan berkuda dan melempar lembing yang dilakukan oleh 2 kubu atau grop. Setiap kubu memiliki beberapa pemain atau bisa juga disebut sebagai prajurit saat festival berlangsung.

Baca Juga: Festival Reog Ponorogo Resmi Masuk Dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022

Penyebutan Pasola berasal dari dua suku kata, yaitu ‘Sola’ dan ‘Pa’. Dimana Sola yang berarti tombak tumpul yang dilemparkan oleh penunggang kuda dan Pa yang berarti permainan. Dengan demikian, Pasola adalah permainan untuk adu ketangkasan dari dua atau lebih penunggang kuda yang saling melepar tombak atau lembing tumpul.

Pasola merupakan sebuah permainan berkuda dan melempar lembing (Dok. naibutiherman)

Pasola sendiri merupakan rangkaian upacara persembahan kepada dewa Nyale. sebelum Pasola dilakukan, pada malam hari menjelang subuh dilakukan pengambilan Nyale di pantai. Nyale adalah cacing yang hanya muncul sekali dalam setahun di pantai. Menurut kepercayaan Nyale bisa menjadi pertanda kesuburan ataupun panen raya di tanah sumba. Semakin banyak Nyale yang berhasil di kumpulkan, maka diprediksi akan ada panen raya di masa akan datang. Begitulah kepercayaan tentang nyale tersebut menurut adat dan warga di sumba.

Baca Juga: Dangdut Versi Angklung Meriahkan 'Festival Multi Budaya Australia'

Setelah pengumpulan Nyale dilakukan, pagi harinya seorang pemimpin adat Marapu yang disebut Rato akan membaca doa dan meminta izin kepada dewa Nyale untuk melaksanakan Pasola sebagai ucapan terima kasih atas panen yang akan datang, disini para wisatawan harus sudah bersiap menyiapkan stamina dan semua kamera agar tidak ketinggalan.

Baca Juga: Album Baru, Red Velvet Umumkan Perilisan 'The ReVe Festival 2022 - Feel My Rhytem' di Bulan Maret 2022

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB

Pekan Seni dan Budaya Korea Bersama LRT Jakarta

Rabu, 27 April 2022 | 10:09 WIB

‘NyakSeni Santri’, Program Lesbumi Jabar

Senin, 18 April 2022 | 16:01 WIB

Dana Indonesiana Untuk Berkarya dan Berbudaya `

Jumat, 8 April 2022 | 11:46 WIB
X