• Rabu, 5 Oktober 2022

Fenomena Pawang Hujan Dan kesenian Domyak Menjadi Keragaman Indonesia

- Senin, 21 Maret 2022 | 13:13 WIB
Kesenian Domyak merupakan seni tradisional khas Jawa Barat (Dok. bidikbudaya)
Kesenian Domyak merupakan seni tradisional khas Jawa Barat (Dok. bidikbudaya)

KETIKNEWS.ID,-- Fenomena turunnya hujan deras yang mengguyur Sirkuit Mandalika melahirkan sosok terkenal bernama Rara. Dengan mengenakan kain tradisional dan kaos hitam Rara melakukan ritualnya menggelar prosesi `menggeser hujan.

Wanita bernama lengkap Rara Istianti Wulandari tak hanya menarik perhatian ribuan pasang mata di sirkuit mandalika, tapi juga mendunia lewat media sosial dan layar televisi. keberagaman kearifan lokal di indonesia menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Mbah Mijan Angkat Bicara Soal kehadirang Pawang Hujan di MotoGp Mandalika 2022

Selain Rara Istianti Wulandari yang bisa menghentikan hujan, di kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakart ada satu jenis kesenian yang sebaliknya dengan ritual Rara, kesenian ini media untuk meminta agar Turun hujan, kesenian ini bernama kesenian domyak. Penasarankan?

Kesenian Domyak merupakan seni tradisional khas Jawa Barat (Dok. bidikbudaya)

Kesenian Domyak merupakan seni tradisional khas Jawa Barat, khususnya adi kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakart. Munculnya kesenian Domyak ini tidak bisa terlepas dari kesenian Buncis yang mana pada awalnya kesenian Domyak ini diadaptasi dari kesenian Buncis karena pada dasarnya instrumen yang dominan digunakan dalam kesenian Domyak adalah angklung buncis sehingga sebelum munculnya nama kesenian Domyak, selain itu kesenian ini mucul pada masa Kolonial Belanda yang mana pada saat itu masyarakat desa Pasirangin mengalami kesulitan pangan, sehingga sayuran buncis menjadi salah satu makanan pokok masyarakat Desa Pasirangin, terlebih dahulu kesenian tersebut dikenal dengan kesenian Buncis yang sudah ada di Desa Pasirangin sejak tahun 1920 yang didirikan oleh Mama Nuriya.

Baca Juga: Keliling Kota Mataram, Potret Ridwan Kamil Bonceng Tjetjep Heryana Legenda Hidup Pembalap Indonesia

Pada awalnya kesenian Domyak ini merupakan suatu ritual adat yang digunakan oleh masyarakat di desa Pasirangin sebagai media untuk memohon agar turun hujan, karena pada saat itu desa Pasirangin pernah mengalami kemarau yang panjang sehingga menyebabkan gagal panen dan kesulitan pangan, serta kesulitan air. Air sendiri adalah hal yang paling penting bagi warga karena daerah Darangdan khususnya di Desa Pasirangin didominasi dengan lahan pertanian dan perkebunan sehingga ketergantungan terhadap air sangatlah besar untuk mengairi daerah pertanian dan perkebunan warga.

Baca Juga: Sejarah Pawang Hujan di Indonesia, Digunakan Sebagai Strategi Penyerangan

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: ketiknews.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

4 Keris Kuno yang Jadi Incaran Kolektor Benda Pusaka

Kamis, 15 September 2022 | 07:53 WIB

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB
X