• Senin, 5 Desember 2022

Mengenal Tradisi Masyarakat Minangkabau "Mandi Balimau" , Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan

- Senin, 28 Maret 2022 | 12:24 WIB
Mandi Balimau boleh dikatakan sudah menjadi tradisi masyarakat Minangkabau (Dok. iggoy)
Mandi Balimau boleh dikatakan sudah menjadi tradisi masyarakat Minangkabau (Dok. iggoy)

KETIKNEWS.ID,-- Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan Ramadan berlangsung, seluruh umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama 30 hari dan merayakan kemenangannya pada perayaan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tentunya bulan puasa selalu disambut dengan begitu meriah oleh berbagai masyarakat di penjuru Nusantara. Perbedaan ragam suku dan budaya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan datangnya bulan suci dengan keunikannya masing-masing, layaknya semboyan “Bhineka Tunggal Ika” seperti tradisi Mandi Balimau dari masyarakat minangkabau.

Baca Juga: Sambut Bulan Ramadhan dengan Tradisi Padusan Masyarakat Jawa

Mandi Balimau boleh dikatakan sudah menjadi tradisi masyarakat Minangkabau, khususnya warga Kota Padang setiap menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Bahkan sehari menjelang pelaksanaan ibadah puasa, akan terlihat masyarakat berbondong-bondong mandi bersama di sungai Batang Kuranji dan Sungai Lubuk Mintutun.

Baca Juga: Tradisi Berziarah Kubur Sebelum Bulan Ramadhan Tiba, Inilah Dalilnya?

Yang aneh, di sungai tempat tujuannya itu terlihat laki-laki dan perempuan mandi bersamaan, meskipun masih sebatas pakaian yang tak terlalu mencolok. Bahkan, tua muda dan anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan membaur di aliran sungai tersebut.

Mandi Balimau boleh dikatakan sudah menjadi tradisi masyarakat Minangkabau (Dok. ratihanggrainii12)

Kalau kita menelusur sejarah malah tak ada catatan pasti tentang asal muasal acara Mandi Balimau tersebut. Tapi anehnya setiap tahun masyarakat selalu berbondong-bondong mengikuti acara Mandi Balimau tersebut, meskipun Walikota Padang Mayledi telah melarang dan menghimbau masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan acara Mandi Balimau. Tapi anehnya, dari tahun ketahun, tradisi yang bisa dikatakan merusak cintra Minangkabau ini masih saja berlanjut.

Bila dikaji secara etimologi, kata Mandi Balimau, mandi dengan mempergunakan jeruk nipis yang biasa disebut masyarakat dengan kata Limau. Kemudian, ada juga rempah-rempah dari daun padan yang telah diiris-iris, ditambah dengan berbagai bunga, seperti bunga ros. Selanjutnya seusai mandi, rempah-rempah yang telah disediakan tersebut ditaburkan ke tubuh.

Baca Juga: Sambut Bulan Ramadhan 2022 Dengan 4 Tradisi di Nusantara

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB
X