• Minggu, 14 Agustus 2022

Mengenal Tradisi Dugderan Jelang Ramadhan di Semarang

- Kamis, 31 Maret 2022 | 16:04 WIB
Dugderan yang berasal dari kata “Dug” dan “Der” (Dok. eventsclick)
Dugderan yang berasal dari kata “Dug” dan “Der” (Dok. eventsclick)

KETIKNEWS.ID,-- Meleburnya budaya dan ajaran Agama Islam membuat Indonesia memiliki tradisi unik dalam setiap perayaan keagamaan.

Tradisi saat menyambut bulan Ramadhan adalah salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Setiap daerah memiliki tradisinya sendiri-sendiri.

Seperti Semarang yang memiliki Dugderan yang berasal dari kata “Dug” dan “Der”, merujuk bunyi beduk dan dentuman meriam yang mendominasi perayaan ini.

Baca Juga: Intip 3 Tradisi Unik Di Arab Saudi Menyambut Bulan Ramadhan

Dugderan biasanya digelar dua pekan sebelum bulan Ramadhan, dan sudah menjadi semacam pesta rakyat menyambut datangnya bulan suci.

Di Klaten dan Boyolali, masyarakat biasa melakukan upacara berendam atau mandi di sumur dan mata air yang dianggap keramat.

Tradisi itu dikenal dengan nama Padusan yang memiliki makna agar jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan ibadah puasa bersih lahir dan batin. Masih banyak tradisi unik yang dimiliki daerah-daerah lain untuk menyambut bulan Ramadhan.

Baca Juga: Sambut Bulan Ramadhan dengan Tradisi Padusan Masyarakat Jawa

Di Kota Malang, masyarakat memilih untuk menggelar festival perkusi untuk melesatarikan budaya patrol, yaitu musik untuk membangunkan warga buat makan sahur.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB

Pekan Seni dan Budaya Korea Bersama LRT Jakarta

Rabu, 27 April 2022 | 10:09 WIB

‘NyakSeni Santri’, Program Lesbumi Jabar

Senin, 18 April 2022 | 16:01 WIB
X