• Minggu, 14 Agustus 2022

Tari Lenggang Nyai, Tentang Perjuangan Perempuan Betawi

- Kamis, 7 April 2022 | 11:08 WIB
Tari Lenggang Nyai  (Dok.brahmastagi)
Tari Lenggang Nyai (Dok.brahmastagi)

KETIKNEWS.ID,-- Tarian Betawi merupakan tarian khas yang menjadi salah satu kesenian masyarakat kota Jakarta. Walaupun Jakarta termasuk kota metropolitan, kesenian seperti tari tradisional masih menjadi bagian dari warga Jakarta. Kesenian ini harus dilestarikan dan dijaga karena sebagai wujud identitas dan jati diri warga Jakarta.

Tari Lenggang Nyai merupakan salah satu tarian populer yang ada dalam masyarakat Betawi. Hal ini menyusul Tari Lenggang Nyai masih kerap dipertunjukkan dalam serangkaian acara di Jakarta. Tarian ini kerap disajikan sebagai tarian penyambutan tamu-tamu penting.

Baca Juga: Tebarkan Pesona Tari Tradisional dan Angklung Pikat Warga Jepang

Namun, sebelum menjadi populer Tari Lenggang Nyai konon sekadar tarian yang dipentaskan dalam acara-acara peringatan Agustusan. tari kreasi baru yang diciptakan oleh Wiwiek Widiyastuti pada tahun 2002 ini konon terinspirasi dari kisah Nyai Dadimah, nyai cantik asli Betawi yang tekanan ketika menjadi istri seorang Belanda, Edward William. Beragam aturan-aturan yang ditetapkan oleh suaminya membuat Nyai Dasima tertekan dan memberontak.

Perjuangan atas hak-hak perempuan inilah yang menjadi inspirasi terbesar Wiwik. Tampak dalam karakter gerakan Tari Lenggang Nyai yang lebih banyak menggunakan bentuk-bentuk gerakan lincah. Gerakan tersebut mencerminkan karakter perempuan Betawi. Keceriaan dan keluwesan gadis belia Betawi tampak mencolok.

Baca Juga: Kenali Sejarah Lewat seni tari

Sejarah Tari Lenggang Nyai juga menyimpan perjalanan yang panjang. Sebelum populer seperti saat ini, tahun 2002, tarian ini pernah pentas secara massal dalam acara Liga Mandiri yang diadakan oleh PSSI di Stadion Gelora Bung Karno. Sebanyak 400 penari se-Provinsi DKI Jakarta melenggang dengan meriah. Di tahun yang sama, Tari Lenggang Nyai kembali dibawakan massal dalam acara Parade Senja di Istana Negara pada 17 Agustus 2002.

Wiraga, Wirama, Wirasa, dan Wirupa dalam Tari Lenggang Nyai (Dok.brahmastagi)

Menyibak Simbol Tari Lenggang Nyai Tentang Perjuangan Perempuan Betawi tak lepas dari unsur Wirama, Wirasa dan Wirupa. Unsur terpenting yang harus dimiliki oleh semua penari. Termasuk para penari Tari Lenggang Nyai. Wiraga merupakan posisi ketika penari harus bisa menarikan tarian Lenggang Nyai di luar kepala. Sehingga ketika musik mengalun, mereka dengan spontan mampu mengikuti gerakannya. Para penari Lenggang Nyai juga harus menggerakkan badannya semaksimal mungkin sehingga menimbulkan estetika yang sempurna.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB

Pekan Seni dan Budaya Korea Bersama LRT Jakarta

Rabu, 27 April 2022 | 10:09 WIB

‘NyakSeni Santri’, Program Lesbumi Jabar

Senin, 18 April 2022 | 16:01 WIB
X