• Jumat, 7 Oktober 2022

Tradisi Unik Hari Raya Idulfitri di Berbagai Wilayah Indonesia

- Senin, 25 April 2022 | 12:59 WIB
Tradisi Unik Hari Raya Idulfitri (Dok.tokadhi)
Tradisi Unik Hari Raya Idulfitri (Dok.tokadhi)


KETIKNEWS.ID,-- Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan berbagai hal yang menyenangkan, tradisi ini juga telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari silaturahmi dan juga berbagai makanan khas Lebaran sudah menjadi pemandangan wajib yang sering kita temui setiap kali momen Lebaran tiba. Berikut beberapa tradisi Lebaran yang masih terus berlangsung di Indonesia.

Perang Topat Meskipun dinamai perang (Dok.eg_imaging)

1. Perang Topat Meskipun dinamai perang, tradisi ini dilakukan dalam suasana damai dan penuh suka cita. Tradisi khas Lombok, Nusa Tenggara Barat ini menjadikan ketupat sebagai alat kerukunan antar umuat Hindu dan Islam di Lombok. Tradisi dengan ciri khas saling melempar ketupat ini biasanya dilakukan setelah berdoa, berziarah dan bersilaturahmi ke rumah sanak saudara.Baca Juga: Mengenal Tradisi Dugderan Jelang Ramadhan di Semarang

Dalam perang ini ketupat yang digunakan sedikit berbeda dengan ketupat pada umumnya. Makanan berbahan beras dan berlapis daun kelapa ini umumnya berukuran dua kepalan tangan orang dewasa dengan berat mencapai 150 gram. Tetapi sebagai senjata perang, ketupat hanya dibuat seukuran kepalan anak-anak dengan berat sekitar 30 gram saja.

Grebeg Syawal Berasal dari Yogyakarta (Dok.yoratours)

2. Grebeg Syawal Berasal dari Yogyakarta, tradisi Grebeg Syawal ini dilakukan untuk menyambut dan memeriahkan datanganya hari raya Idul Fitri. Selain itu, Grebeg Syawal merupakan wujud syukur dan sedekah dalam bentuk pertanian. Ritual khas Keraton Yogyakarta ini dipercaya membawa berkah dan ketenteraman untuk setiap umat muslim.

Baca Juga: Intip 3 Tradisi Unik Di Arab Saudi Menyambut Bulan Ramadhan

Upacara ini diawali dengan keluarnya Gunungan Lanang (kakung) dan dibawa ke Masjid Gede Keraton Ngayogyakarta untuk didoakan. Keluarnya gunungan ini baru dimulai pukul 10.00 pagi atau setelah salat Id.

Gunungan tersebut terbuat dari sayur-sayuran dan hasil bumi lainnya. Dalam tradisi ini, Gunung Lanang dikawal oleh prajurit keraton sebab hasil bumi ini nantinya akan diambil secara berebutan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Sambut Bulan Ramadhan dengan Tradisi Padusan Masyarakat Jawa

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

4 Keris Kuno yang Jadi Incaran Kolektor Benda Pusaka

Kamis, 15 September 2022 | 07:53 WIB

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB
X