• Jumat, 7 Oktober 2022

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

- Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB
Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga (Dok.diskominfo)
Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga (Dok.diskominfo)

KETIKNEWS.ID,-- Kabupaten Lingga yang dikenal sebagai Bunda Tanah Melayu pernah menjadi Pusat Kerajan Melayu yang tidak saja membina dan berkembang di bidang adat dan budaya Melayu pada saat itu juga pembinaan Agama Islam.

Adat dan tradisi yang berkembang juga tidak terlepas dari pengaruh Agama Islam diantaranya seperti melaksanakan haul jama’ menjelang bulan Ramadhan, kegiatan berzanji pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dan memasang lampu pelite pada 10 hari Ramadhan terakhir yang puncaknya pada malam 27 Ramadhan.

Baca Juga: WNI di Namibia Menimba pengetahuan Islam melalui Tausiah Ramadhan online

Tradisi Malam Tujuh Likur di daik, malam ke 10 terakhir bulan puasa atau Ramadhan ditandai dengan tradisi likur. Sebuah kebiasaan masyarakat yang telah berlangsung sangat lama dan terus lestari sampai kini.

Baca Juga: Keutamaan I'tikaf dan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan untuk Memperbanyak Amal Ibadah

Adapun rangkaian kegiatan malam tujuh likur ini dilaksanakan di dua tempat yaitu :

1. Di Mesjid/Mushala

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga (Dok.yurirevalino)

Di mesjid atau mushala dilaksanakan malam hari selepas shalat taraweh, diadakan zikir dan beratib. Masyarakat berkumpul di mesjid, mushala untuk melakukan zikir bersama-sama.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

4 Keris Kuno yang Jadi Incaran Kolektor Benda Pusaka

Kamis, 15 September 2022 | 07:53 WIB

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB
X