• Jumat, 7 Oktober 2022

Profesor Muhammad Quraish Shihab: Dua Tanda Orang Yang Berjumpa Dengan Malam lailatul qadar

- Rabu, 27 April 2022 | 14:51 WIB
Dua Tanda Orang Yang Berjumpa Dengan Malam lailatul qadar (Dok. yudhatama)
Dua Tanda Orang Yang Berjumpa Dengan Malam lailatul qadar (Dok. yudhatama)

KETIKNEWS.ID,-- Malam lailatul qadar adalah malam istimewa sekaligus banyak ditunggu oleh umat Islam. Dikatakan dalam surat Al-Qadar ayat 1-3, malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [Alquran] pada lailatul qadar [malam kemuliaan]. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."

Sayangnya, tidak ada seorang pun yang tahu kapan malam lailatul qadar ini tiba karena memang dirahasiakan oleh Allah SWT.

Menurut pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) Profesor Muhammad Quraish Shihab menyebutkan dua tanda bagi orang yang menerima kesempatan berjumpa dengan malam lailatul qadar, yakni bertambahnya kebaikan dan merasakan adanya ketenangan. “Pertama, bertambahnya kebaikan. Kebaikan yang dimaksud adalah kebaikan yang menyeluruh, dari perkataan, sikap, hingga perbuatannya,” kata Prof Quraish di Kutip NU Online dari Youtube Najwa Shihab, Senin (25/4).

Baca Juga: Membaca Al-Qur'an di Atas Trotoar bisa Menjadi Haram, Kenapa?

Adapun tanda kedua adalah ketenangan. Dalam hal ini, terang dia, mayoritas ulama mengartikan ketenangan/kedamaian yang dimaksud sifatnya berkelanjutan sebagimana termaktub pada ayat terakhir surat Al-Qadar.

Profesor Muhammad Quraish Shihab: Dua Tanda Orang Yang Berjumpa Dengan Malam lailatul qadar (Dok.Yudhatama)

“Salamun hiya hattaa mathla’il fajr, pada malam itu, kedamaian dirasakan oleh orang yang beruntung menjumpai malam lailatul qadar hingga terbitnya fajar. Atau keesokan harinya,” terang pengarang Tafsir Al-Misbah itu. Paparan yang ia sandarkan pada ayat itu juga menceritakan bahwa pada malam tersebut malaikat turun ke bumi.

Baca Juga: Jelang Idulfitri, Mentan Pastikan Stok Pangan Aman

Selain itu, kalimat mathla’il fajr (terbitnya fajar) juga diartikan sebagai terbitnya kehidupan baru bagi manusia setelah mengalami kematian. “Dalam kitab al-Shiyam, dikatakan bahwa malam lailatul qadar ada di antara sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Ketetapan itu berdasar pada hadits Bukhari yang diriwayatkan oleh Aisyah,” jelas pakar tafsir Al Qur’an itu.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: NU

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anthoni Salim Bos Indofood Bisnisnya Merajai Dunia

Kamis, 17 Maret 2022 | 15:32 WIB
X