• Selasa, 16 Agustus 2022

Mengenal Tradisi “meugang” dari Masyarakat Aceh

- Kamis, 28 April 2022 | 13:12 WIB
Mengenal Tradisi “meugang” dari Masyarakat Aceh (Dok.pemprovaceh)
Mengenal Tradisi “meugang” dari Masyarakat Aceh (Dok.pemprovaceh)

Baca Juga: Resmikan Buricak Burinong, Ridwan Kamil: Tanda Jatigede Akan Dikembangkan Jadi Wisata Internasional

Pada hari itu, raja memerintahkan kepada balai fakir yaitu badan yang menangani fakir miskin dan dhuafa untuk membagikan daging, pakaian dan beras kepada fakir miskin dan dhuafa. Semua biayanya ditanggung oleh bendahara Silatu Rahim, yaitu lembaga yang menangani hubungan negara dan rakyat di kerajaan Aceh Darussalam.

Denys Lombard dalam bukunya “Kerajaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda” menyebutkan adanya upacara meugang di Kerajaan Aceh Darussalam, bahkan menurutnya, disana ada semacam peletakan karangan bunga di makam para sultan.

Baca Juga: Indonesia-Jepang, Promosi Potensi Trade, Tourism and Investment serta Kerja Sama Pendidikan Indonesia

Ada yang menyebutkan bahwa perayaan meugang ini dilaksanakan oleh Sultan Iskandar Muda sebagai wujud rasa syukur raja menyambut datangnya bulan Ramadhan, sehingga dipotonglah lembu atau kerbau, kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada rakyat.

Setelah perang dan masuk penjajah Belanda, tradisi tersebut juga masih dilakukan yang dikoordinir oleh para hulubalang sebagai penguasa wilayah. Begitulah hingga saat ini tradisi meugang terus dilestarikan dan dilaksanakan oleh berbagai kalangan masyarakat dalam kondisi apapun (Iskandar, 2010:49)

 

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Pemprov Aceh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Mitos di Tanah Sunda yang Memiliki Sebab Akibat

Senin, 15 Agustus 2022 | 13:02 WIB

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB

3 Makna Mitos Kupu-kupu Masuk Rumah

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:18 WIB
X