• Minggu, 26 Juni 2022

Lukisan 'Nyangku' di Pameran 'Archipelago', Karya yang Sarat akan Makna dari Tradisi Ciamis

- Jumat, 24 Juni 2022 | 10:59 WIB
Lukisan Tradisi Nyangku'dari Ciamis karya Yeni, mahasiswa ISBI Bandung yang dipamerkan di Pameran Archipelago di Gedung YPK Bandung. (bandung.go.id)
Lukisan Tradisi Nyangku'dari Ciamis karya Yeni, mahasiswa ISBI Bandung yang dipamerkan di Pameran Archipelago di Gedung YPK Bandung. (bandung.go.id)

KETIKNEWS.ID,-- Sejumlah mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) menggelar pameran lukisan dan seni rupa bertajuk Archipelago di Galeri Yayasan Pusat Kebudayaan Jalan Naripan Kota Bandung.

Pameran yang memamerkan sebanyak 17 lukisan dan 16 karya seni rupa ini digelar pada 22-30 Juni 2022 ini.

Salah satu karya yang cukup memikat pada pamaeran tersebut yaitu lukisan Nyangku karya Yeni.

Baca Juga: Go Internasional, Seni Reak Sunda 'Juarta Putra' Akan Tampil di Festival Musik Roskilde Denmark

Nyangku merupakan salah satu tradisi dari daerah Ciamis. Yakni upacara penyucian benda-benda pusaka di Situ Lengkong Panjalu.

Dalam lukisan tampak masyarakat berbondong-bondong naik perahu sebagai penghormatan terhadap Raja Galuh juga sebagai bentuk pelestarian warisan.

Berlatar sekumpulan awan biru yang memenuhi kanvas, Yeni berhasil menjadikan lukisan surealis yang dipenuhi elemen fantasi tetap sarat akan makna dengan pengemasan yang indah.

Baca Juga: Meriah Hari Lebaran Dalam Grebeg Syawal Historis Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagi warga yang tengah berwisata di kawasan Asia Afrika Kota Bandung, tak salah juga menyempatkan diri untuk mampir ke lokasi pameran.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB

Pekan Seni dan Budaya Korea Bersama LRT Jakarta

Rabu, 27 April 2022 | 10:09 WIB

‘NyakSeni Santri’, Program Lesbumi Jabar

Senin, 18 April 2022 | 16:01 WIB

Dana Indonesiana Untuk Berkarya dan Berbudaya `

Jumat, 8 April 2022 | 11:46 WIB

Menko PMK Dukung Reog Ponorogo Diusulkan ke UNESCO

Selasa, 5 April 2022 | 09:17 WIB
X