• Minggu, 14 Agustus 2022

Ngaruwat Bumi, Tradisi Sakral Dari Subang yang Sudah Berumur Ratusan Tahun

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:26 WIB
Tradisi Ngaruwat Bumi yang dilakukan tokoh dari Subang (subang.go.id)
Tradisi Ngaruwat Bumi yang dilakukan tokoh dari Subang (subang.go.id)

KETIKNEWS.ID,-- Kota Subang, Jawa Barat, memiliki sebuah tradisi yang telah berumur ratusan tahun. Tradisi tersebut dinamakan 'Ngaruwat Bumi'.

Pengertian Ngaruwat Bumi

Ngaruwat Bumi berasal dari kata rawat atau ngarawat (Sunda), yang artinya mengumpulkan atau memelihara. Dan Bumi memiliki arti tanah atau tempat tinggal.

Secara umum Ngaruwat Bumi memiliki makna mengumpulkan seluruh anggota masyarakat dan mengumpulkan seluruh hasil bumi, baik bahan mentah, setengah jadi, maupun yang sudah jadi/matang.

Baca Juga: Air Terjun Panas dan Dingin Satu-satunya di Indonesia

Tujuan Ngaruwat Bumi

Tujuan dari upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, sebagai upaya menolak bala (dulu sewaktu ada bencana alam) serta ungkapan penghormatan kepada leluhur.

Upacara Ngaruwat Bumi biasanya dilakukan dalam dua hari dengan beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:

- Dadahut, merupakan persiapan dari mulai musyawarah, penggalangan dana, pembuatan aneka makanan, membuat pintu heek, dan membuat sawen.
- Ngadiukeun, dilaksanakan oleh sesepuh adat dengan berdoa di goah, di hadapannya terdapat sasajen untuk acara Ruwatan Bumi. Tujuannya adalah meminta izin kepada Tuhan YME dan kepada para leluhur agar upacara berjalan lancar, dan dilaksanakan di pagi hari, satu hari sebelum pelaksanaan upacara.
- Meuncit Munding, saat dilaksanakan acara ini juga diumumkan mengenai maksud dan tujuan dari upacara Ruwatan Bumi kepada masyarakat. Pelaksanaannya yakni setelah upacara ngadiukeun yaitu sehari sebelum hari puncak. Daging kerbau tersebut seperempat disediakan untuk perjamuan tamu serta kepentingan umum dan sisanya dibagikan kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Kemdikbud

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB

Tradisi Tujuh Likur dan Pintu Gerbang Lingga

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB

Pekan Seni dan Budaya Korea Bersama LRT Jakarta

Rabu, 27 April 2022 | 10:09 WIB

‘NyakSeni Santri’, Program Lesbumi Jabar

Senin, 18 April 2022 | 16:01 WIB
X