• Kamis, 1 Desember 2022

Penjelasan Reog Ponorogo yang Diajukan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda

- Selasa, 13 September 2022 | 23:08 WIB
Reog ponorogo yang diajukan pemerintah ke Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Youtube / somachannel)
Reog ponorogo yang diajukan pemerintah ke Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Youtube / somachannel)

KETIKNEWS.ID,-- Kesenian Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur dan merupakan kesenian yang dianggap masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan.

Reog biasanya dipentaskan dalam beberapa acara seperti pernikahan, khitanan, dan hari-hari besar Nasional.

Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian tarian.

Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6–8 pria dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa pemberani.

Baca Juga: Berharap Dilirik UNESCO, Reog Ponorogo Ramaikan Jantung Uni Eropa

Berikutnya ada tarian kuda lumping yang dibawakan oleh 6–8 gadis yang menaiki benda seperti kuda.

Pada Reog tradisional, penari ini biasanya diperankan oleh gemblak atau penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang atau jathilan.

Tarian pembukaan lainnya ada tarian yang dilakukan oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu yang disebut Bujang Ganong atau Ganongan.

Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi di mana seni Reog ditampilkan.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

4 Keris Kuno yang Jadi Incaran Kolektor Benda Pusaka

Kamis, 15 September 2022 | 07:53 WIB
X