Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

- Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB
Sejarah, tujuan, dan tradisi Rebo Wekasan yang masih dilakukan sebagian masyarakat di Indonesia sebagai ritual keagaamaan untuk menolak bala. (Disparbud Gresik)
Sejarah, tujuan, dan tradisi Rebo Wekasan yang masih dilakukan sebagian masyarakat di Indonesia sebagai ritual keagaamaan untuk menolak bala. (Disparbud Gresik)

Untuk mengantisipasi penyakit dan agar terhindar dari musibah, banyak ulama melakukan tirakatan dengan banyak beribadah dan berdoa.

Tujuannya adalah supaya Allah menjauhkan dari segala penyakit dan malapetaka yang dipercaya diturunkan pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Hingga sekarang, tradisi itu masih dilestarikan oleh sebagian umat Islam di Indonesia.

Baca Juga: Terebang Gébés: Media Adu Kekuatan Warga Tasik Kala itu

Sementara itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa tradisi Rebo Wekasan muncul pada awal abad ke-17 di Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.

Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia

Tradisi Rebo Wekasan dilakukan oleh sebagian umat Islam di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Aceh, Banten, Tasikmalaya, Bantu, Banyuwangi, dan Kalimantan Selatan.

Rebo Wekasan di Aceh dikenal dengan istilah Makmegang. Sebuah tradisi doa bersama di tepi pantai yang dipimpin seorang Teungku, dan diikuti tokoh agama, tokoh, dan masyarakat umum.

Di Jawa, tradisi Rebo Wekasan biasanya dilakukan oleh masyarakat pesisir pantai. Misalnya di Banten dan Tasikmalaya, Rebo Wekasan dilakukan dengan melaksanakan salat khusus bersama pada pagi hari.

Sementara di Bantul, tepatnya di Wonokromo, tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan dengan membuat lemper raksasa yang dibagikan kepada warga atau orang yang menghadiri acara ini.

Baca Juga: Suku Osing Banyuwangi

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

Terpopuler

X