• Kamis, 29 September 2022

Bukan Sebuah Agama, Filsafat Kejawen bagi Kehidupan Masyarakat Jawa

- Kamis, 22 September 2022 | 11:19 WIB
Masyarakat Jawa yang masih melestarikan tradisi kejawen. (Instagram / @pendopo.joglo)
Masyarakat Jawa yang masih melestarikan tradisi kejawen. (Instagram / @pendopo.joglo)

KETIKNEWS.ID,-- Mayoritas orang Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur masih menerapkan filasat kejawen dalam kehidupannya.

Filsafat Kejawen tersebut didasari pada ajaran kepercayaan yang dianut oleh filsuf dari Jawa. Meskipun dianggap kepercayaan, namun kejawen sebenarnya bukanlah sebuah agama.

Jika ditinjau dari naskah-naskah kuno Kejawen, sebenarnya kejawen lebih berupa seni, budaya, tradisi, sikap, ritual, dan filosofi orang-orang Jawa yang tidak terlepas dari spiritualitas suku Jawa.

Baca Juga: Tiga Amalan Rebo Wekasan sebagai Tradisi Tolak Bala di Indonesia

Sebelum sejumlah agama yang dianut seperti sekarang, orang-orang Jawa pada zaman dulu menganut faham animisme dan dinamisme atau perdukunan.

Budaya Kejawen muncul dari proses perpaduan beberapa paham atau aliran agama pendatang dengan kepercayaan asli masyarakat Jawa.

Seiring berkembangnya agama seperti sekarang, aliran filsafat kejawen akhirnya berkembang sehingga kemudian dikenal terminologi Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Budha Kejawen, dan Kristen Kejawen.

Baca Juga: Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Para pengikut-pengikut aliran itu tetap akan melaksanakan adat dan budaya kejawen yang tidak bertentangan dengan agama yang dipeluknya.

Halaman:

Editor: Tatan Mulyana

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

4 Keris Kuno yang Jadi Incaran Kolektor Benda Pusaka

Kamis, 15 September 2022 | 07:53 WIB

Mengenal Watak Tokoh Pandawa 5 dalam Kisah Pewayangan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:17 WIB
X