• Kamis, 29 September 2022

Blangkon Diciptakan Bukan hanya untuk Menjadi Penutup Kepala, Namun juga Menandakan Status Seseorang

- Kamis, 22 September 2022 | 13:35 WIB
Blangkon sebagai penanda status orang Jawa pada zaman dulu. (kemdikbud)
Blangkon sebagai penanda status orang Jawa pada zaman dulu. (kemdikbud)

KETIKNEWS.ID,-- Masyarakat Jawa pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Blangkon, penutup kepala yang terbuat dari kain batik ini kerap dipakai kaum pria sebagai pelengkap busana tradisional Jawa.

Bagi masyarakat Jawa sendiri, blangkon bukan hanya sekedar penutup kepala, namun penutup kepala ini memiliki banyak arti.

Ada banyak desas-desus yang menjadi asal-usul blangkon. Salah satunya, sejarah awal mulanya tercipta blangkon dicetus oleh seorang sesepuhkeluarga Keraton Mataram yakni Ki Ageng Giring.

Baca Juga: Raden Saleh, Pelukis Nusantara yang Terkenal Di Eropa Namun Diperlakukan Diskriminasi oleh Penjajah

Bermula dari kisah para penyebar agama Islam yang masuk tanah Jawa memiliki rambut panjang dan enggan untuk memotongnya karena dianggap sebagai anugerah.

Sedangkan dalam kebudayaan Jawa lelaki yang berambut panjang tidak ada. Maka dari itu, Ki Ageng Giring menyarankan untuk menutup rambut para penyebar Islam dengan ikat kepala.

Seiring perkembangan zaman, ikat kepala itu akhirnya berubah nama menjadi blangkon. Bentuk bulat yang ada di belakang blangkon atau mondolan merupakan bentuk dari ikatan rambut penyebar Islam pada masa itu.

Selain itu, ada juga versi lain yang menuturkan jika blangkon tercipta dari penyerapan budaya Hindu dan Islam oleh masyarakat Jawa.

Baca Juga: Kisah Rumah Keluarga Pusparita Tedja yang Menjadi Cagar Budaya di Kota Bandung

Halaman:

Editor: Tatan Mulyana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X