Filosofi Penjor Bali, Persembahan kepada Hyang Betara Gunung Agung dan Tempat Bersemayam para Dewa

- Kamis, 3 November 2022 | 11:09 WIB
Penjor merupakan batang bambu lengkap yang dihiasi dengan daun kelapa muda yang dibentuk secara khusus  (Kemenparekraf )
Penjor merupakan batang bambu lengkap yang dihiasi dengan daun kelapa muda yang dibentuk secara khusus (Kemenparekraf )

KETIKNEWS.ID,-- "Mungguing tetampen pengertian sang megama bali Hindu sepedaging penjore, Praya katur ring Hyang Betara ring Gunung Agung, anut Lontar Usana Bali, Gunung Agung linggih Hyang Bhatara Putra Jaya, Putran Betara Pasupati saking Gunung Semeru ring Jawi."

Demikian penggalan peran penjor pada lontar Usana Bali, yang dikutip dalam Nilai Filosofi Penjor Galungan & Kuningan, I Made Nada Atmaja, dkk, Penerbit Paramita Surabaya (2008).

Inti dari penggalan tersebut, menurut pengertian umat Hindu Bali, adalah penjor sebagai persembahan kepada Hyang Betara Gunung Agung, tempat bersemayamnya para Dewa.

Baca Juga: Misteri di Gunung Semeru, Mitos Tempat Bersemayam Para Dewa yang Dikaitkan dengan Masyarakat Bali

Penjor merupakan batang bambu lengkap yang dihias dengan daun kelapa muda yang dibentuk secara khusus.

Sekilasan, ujudnya menyerupai umbul-umbul. Biasanya penjor dibuat setinggi 10 meter, yang menggambarkan sebuah gunung tertinggi.

Umat Hindu Bali memercayai bahwa Gunung Agung merupakan berstananya Hyang Bathara Putra Jaya beserta Dewa dan para leluhur.

Jadi, gunung merupakan istana Tuhan dengan berbagai manifestasinya. Dan penjor menjadi perlambang syukur dan ucap terimakasih atas hasil bumi yang dianugerahkan-Nya. Dan, Gunung Agung sebagai pemberi kemakmuran itu.

Baca Juga: Mengenal Topeng Pajegan Dalam Dramatari Bali

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

Terpopuler

X