Makna Pakaian Hitam Suku Kajang Bulukumba, Busana Adat yang Digambarkan Sebagai Proses Hidup

- Rabu, 23 November 2022 | 10:21 WIB
Suku Kajang di Tana Toa Bulukumba yang berpakaian serba hitam. (Instagram @_febrian)
Suku Kajang di Tana Toa Bulukumba yang berpakaian serba hitam. (Instagram @_febrian)

KETIKNEWS.ID,-- Suku Kajang merupakan salah satu suku yang mendiami bagian daerah Tana Toa Bulukumba Sulawesi Selatan.

Suku Kajang telah menghuni wilayah Tanah Toa sejak 2.200 tahun lalu. Terdapat sekitar 3947 penduduk dan 600 hektar hutan adat milik Suku Kajang.

Suku Kajang dikenal masih memegang teguh tradisi nenek moyang. Layaknya Suku Baduy di Banten, uniknya suku ini sangat mudah dikenali karena mereka selalu memakai pakaian yang serba hitam.

Baca Juga: Menulusuri Sejarah Suku Kajang Bulukumba, Suku Tertua Berpakaian Hitam di Tana Toa

Alasan Suku Kajang berpakaian serba hitam adalah sebagai gambaran proses hidup.

Para pembicara yang ditunjuk Ammatoa (desa adat) mengatakan bahwa alasan mereka berpakaian hitam tersebut karena suku Kajang meyakini bahwa mereka lahir dari rahim ibu yang gelap gulita.

Oleh karena itu sepanjang hidup hingga kematian mereka juga harus dalam keadaan yang juga gelap gulita.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Suku Kajang, Bulukumba

Komunitas yang selalu mengenakan pakaian serba hitam inilah yang kemudian disebut sebagai masyarakat adat Ammatoa.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB

Terpopuler

X