• Sabtu, 10 Desember 2022

Ajaran Patuntung, Keyakinan dan Agama Adat Suku Kajang Bulukumba untuk Mencari Sebuah Kebenaran

- Rabu, 23 November 2022 | 11:08 WIB
Suku Kajang Ammatoa di Bulukumba. (Foto: Dok.Net) (Beritabulukumba.com)
Suku Kajang Ammatoa di Bulukumba. (Foto: Dok.Net) (Beritabulukumba.com)

KETIKNEWS.ID,-- Suku Kajang merupakan salah satu suku yang mendiami bagian daerah Tana Toa Bulukumba Sulawesi Selatan.

Suku Kajang telah menghuni wilayah Tanah Toa sejak 2.200 tahun lalu. Terdapat sekitar 3947 penduduk dan 600 hektar hutan adat milik Suku Kajang.

Suku Kajang dikenal masih memegang teguh tradisi nenek moyang. Layaknya Suku Baduy di Banten, uniknya suku ini sangat mudah dikenali karena mereka selalu memakai pakaian yang serba hitam.

Komunitas yang selalu mengenakan pakaian serba hitam inilah yang kemudian disebut sebagai masyarakat adat Ammatoa.

Baca Juga: Mengenal Kehidupan Suku Kajang Bulukumba yang Jauh dari Teknologi dan Kata Modern

Ajaran, Keyakinan, dan Kepercayaan Suku Kajang Ammatoa

Sebagian besar Suku Kajang memeluk agama Islam. Meskipun demikian, masyarakat Ammatoa mempraktekkan sebuah agama adat yang disebut dengan Patuntung.

Istilah Patuntung berasal dari Tuntungi, kata dalam bahasa Makassar yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti "mencari sumber kebenaran".

Ajaran Patuntung mengajarkan bahwa apabila manusia ingin mendapatkan sumber kebenaran, maka mereka harus menyandarkan diri pada tiga pilar, yaitu Tuhan, tanah, dan nenek moyang (Turiek Akrakna).

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB
X