• Senin, 5 Desember 2022

Cerita Tari Kethek Ogleng, Kisah Asmara Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji

- Jumat, 25 November 2022 | 11:31 WIB
Tari Kethek Ogleng dari Tanah Jawa. (Pacitanku.com)
Tari Kethek Ogleng dari Tanah Jawa. (Pacitanku.com)

KETIKNEWS.ID,-- Kethek Ogleng adalah nama sebuah tarian yang berkembang dari Tanah Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kethek Ogleng berasal dari kata ‘kethek’ yang berarti kera atau monyet, dan ‘ogleng’ yakni suara saron demung/saron besar dalam gamelan yang disebut ‘gleng’.

Di Jawa Tengah, Tari Kethek Ogleng diciptakan oleh seorang warga Kabupaten Wonogiri bernama Darjino yang kemudian disempurnakan oleh Suwiryo.

Di tangan Suwiryo gerakan tariannya diubah lagi hingga menyerupai gerakan-gerakan kethek (kera atau monyet).

Sementara itu, di Pacitan, tepatnya di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, kethek ogleng dipercaya diciptakan seorang petani bernama Sutiman pada 1963. Ia menciptakan kesenian tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yakni melihat tingkah laku kera.

Tari Kethek Ogleng dipentaskan oleh tiga penari wanita dan seorang penari laki-laki sebagai manusia kera.

Baca Juga: Mengenal Tari Cikeruhan, Kesenian Khas Jatinangor yang Hampir Punah

Tari Kethek Ogleng Diangkat dari Kisah Asmara Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji

Tari Kethek Ogleng menceritakan kisah Raden Panji Asmorobangun dari kerajaan Dhaha Kediri dan Dewi Sekartaji, Putri Kerajaan Jenggala, Sidoarjo yang keduanya saling mencintai dan bercita-cita ingin membangun kehidupan harmonis dalam sebuah keluarga.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rebo Wekasan: Sejarah, Tujuan, Tradisi, hingga Mitos

Kamis, 15 September 2022 | 11:11 WIB
X