• Senin, 23 Mei 2022

Peringatan Gerakan 30 September dan Ihwal Gerwani

- Rabu, 30 September 2020 | 15:24 WIB
Monumen Pancasila Sakti, bukti kekejaman gerakan PKI.* (Source: Dok. 18NEWS.ID)
Monumen Pancasila Sakti, bukti kekejaman gerakan PKI.* (Source: Dok. 18NEWS.ID)

18NEWS.ID – HARI ini, 30 September, adalah hari peringatan G30S PKI. Peristiwa kelam saat beberapa petinggi TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh oleh kelompok yang dipercaya sebagai pemberontak dari Partai Komunis Indonesia (PKI) pada malam hari, 30 September 1965.

Peristiwa malam itu mengubah peta politik Indonesia. Soeharto kemudian muncul menjadi tokoh penting, setelah kesehatan Soekarno menurun. Dia memimpin Orde Baru sebagai presiden selama lebih dari 30 tahun secara otoriter.

Selama Perang Dingin, Soeharto dekat dengan Amerika Serikat -- kontras dengan Soekarno yang lebih merapat ke Uni Soviet --, sehingga berbagai metode digunakan pemerintah untuk menghancurkan PKI dan semua yang dianggap berafiliasi dengan partai tersebut, termasuk Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) yang didirikan oleh S.K. Trimurti, Menteri Buruh pertama Indonesia.

Salah satu propaganda pemerintahan Soeharto mengenai Gerwani adalah “tari harum bunga”. Rezim Orde Baru menyebarkan fitnah bahwa ketika malam penculikan para jenderal oleh pemberontak, wanita-wanita anggota Gerwani menari telanjang di depan mereka dengan berkalung bunga.

Para pria pun menyiksa jenderal-jenderal tersebut. Sedangkan wanita-wanita Gerwani, ditugaskan untuk menyayat kemaluan dan mencongkel mata anggota tentara yang diculik. Selanjutnya, mereka merayakannya dengan pesta seks. Propaganda ini diabadikan dengan relief di Monumen Pancasila Sakti.

Gerwani adalah organisasi yang disegani dan sangat vokal menuntut keadilan, terutama bagi kaum perempuan.

Sebelum menjadi Gerwani, organisasi ini dikenal sebagai Gerwis (Gerakan Wanita Istri Sedar). Perubahan itu terjadi saat Kongres 1954 di Jakarta. Beberapa pihak menyebutkan perubahan ini adalah untuk merangkul kaum perempuan, belum atau sudah menikah, dengan pendidikan rendah atau miskin yang belum paham politik -- Sedar berarti sadar politik.

Pengaruh Gerwani tidak hanya di kalangan grass root, tapi juga hingga aspek pembuatan kebijakan. Salah satu tokoh Gerwani di parlemen yang terkenal adalah Salawati Daud.  Saat masih menjadi aktivis di daerah asalnya, Sulawesi Selatan, dia aktif melawan pasifikasi Belanda di provinsi itu pada 1946.

Salawati pernah memimpin penyerbuan ke markas polisi pada 29 Oktober 1949 yang dikenal sebagai Masamba Affaire. Perempuan yang disegani lawan-lawan politiknya ini juga pernah berperan sebagai penghubung antara pemberontak Kahar Muzakkar (1950-1951) dengan pemerintah Indonesia dalam proses perundingan.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Jejak Sejarah Gedung Lawang Sewu Semarang

Kamis, 31 Maret 2022 | 15:05 WIB

Sejarah Ritual Ngalak Air Dalam Pemindahan IKN

Senin, 14 Maret 2022 | 11:08 WIB

Sejarah Hari Musik Nasional 2022

Rabu, 9 Maret 2022 | 14:10 WIB
X