• Senin, 23 Mei 2022

Peringatan Gerakan 30 September dan Ihwal Gerwani

- Rabu, 30 September 2020 | 15:24 WIB
Monumen Pancasila Sakti, bukti kekejaman gerakan PKI.* (Source: Dok. 18NEWS.ID)
Monumen Pancasila Sakti, bukti kekejaman gerakan PKI.* (Source: Dok. 18NEWS.ID)

Pada 1949, Salawati adalah walikota perempuan pertama di Indonesia. Dia memimpin Makassar. Salah satu cerita yang terkenal dari Salawati adalah keberaniannya berhadapan langsung dengan komandan Belanda, Raymond Westerling, yang menguasai wilayah tersebut.

Surat Kabar Wanita yang beredar dari tahun 1945 hingga 1949 adalah salah satu hasil gagasannya. Surat kabar itu aktif mengangkat isu-isu yang berhubungan dengan perempuan, politik, serta budaya. Pada 1955 Salawati berhasil melenggang ke parlemen sebagai anggota PKI.

Gerwani di parlemen sempat menuntut penambahan jumlah menteri perempuan di kabinet Soekarno. Tapi, peran mereka tidak hanya yang berkaitan dengan isu perempuan. Mereka juga ikut serta mendukung kembalinya Irian Barat ke tangan Indonesia dan menolak terbentuknya Malaysia. Saat Salawati menjadi ketua Gerwani, perhatian mereka juga merambah ke isu-isu ekonomi seperti inflasi.

Perjuangan yang ditempuh Gerwani menjadi inspirasi bahwa peran perempuan tidak bisa direduksi menjadi sekadar cantik, seksi, bisa memasak dan melahirkan.

Seperti orang-orang yang dinilai berhubungan dengan PKI, pemerintah Orde Baru menjalankan metode sistematis untuk 'menghukum' anggota-anggota Gerwani. Diyakini sebagian besar dari mereka menjadi tahanan politik dan mendapat siksaaan fisik serta mental hingga meninggal. Ada pula yang dibunuh begitu saja. Bagi yang masih dibiarkan hidup, stigma dan diskriminasi itu masih melekat di masyarakat.

Gerwani mengajarkan bahwa peran perempuan tidak hanya di urusan domestik seperti memasak dan melahirkan. Perempuan punya kapabilitas untuk mempengaruhi kebijakan negara. Di zaman itu, tentu saja perjuangan mereka berkali-kali lipat lebih berat daripada yang kita alami saat ini.

Gerwani mengajarkan perempuan bahwa potensinya tidak bisa direduksi menjadi sekadar cantik, bisa memasak, atau membersihkan rumah.* Beberapa sumber

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Jejak Sejarah Gedung Lawang Sewu Semarang

Kamis, 31 Maret 2022 | 15:05 WIB

Sejarah Ritual Ngalak Air Dalam Pemindahan IKN

Senin, 14 Maret 2022 | 11:08 WIB

Sejarah Hari Musik Nasional 2022

Rabu, 9 Maret 2022 | 14:10 WIB
X