• Jumat, 19 Agustus 2022

Sejarah Monumen Bandung Lautan Api, Nyawa Jadi Taruhan

- Senin, 17 Mei 2021 | 14:52 WIB
Monumen Bandung Lautan Api.* (Source: instagram.com/7hilmy)
Monumen Bandung Lautan Api.* (Source: instagram.com/7hilmy)

18NEWS.ID – Monumen Bandung Lautan Api Merupakan sebuah monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini memiliki ketinggian sekitar 45 meter, mempunyai sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini didirikan untuk memperingati hari peristiwa Bandung Lautan Api, dimana waktu itu terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.

Kedatangan pihak sekutu ke Jakarta mengusik jiwa pejuang muda di Bandung. Secara spontanitas, para pejuang segera menyelenggarakan rapat akbar di Lapangan Tegalega. Di sana, mereka berikrar, membulatkan tekad, dan menentukan sikap untuk tetap mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, walaupun nyawa sebagai taruhannya.

Pada tanggal 29 November 1945, Kota Bandung terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Bandung bagian utara dan selatan dengan pembatasnya adalah rel yang membujur dari timur ke barat kota. Kala itu, sekutu menduduki Bandung Utara, sedangkan para pejuang menguasai Bandung Selatan.

Pertengahan Maret 1946, pihak sekutu mengeluarkan ancaman untuk yang kesekian kalinya dengan salah satu ancaman berbunyi, “Bandung Selatan harus segera kosong, jika tidak pihak sekutu akan meledakkan bom”.

Para pejuang Bandung sangat keberatan untuk mengosongkan Kota Bandung dan memilih untuk tidak menghiraukan ancaman sekutu. Pada akhirnya, mereka mengadakan musyawarah yang berlangsung sangat singkat dan menghasilkan empat butir keputusan penting:

  1. Seluruh penduduk Bandung harus segera mengungsi sebelum pukul 24.00,
  2. Setelah penduduk mengungsi dan meninggalkan kota, semua pejuang harus membumihanguskan Kota Bandung “dengan membakar rumah dan bangunan lainnya”.
  3. Para pejuang bergerak ke arah utara dengan bergerilya dan melakukan penyerangan.
  4. Pos Komando Divisi dipindahkan ke Kulatet.

-

Foto areal alun-alun Tegalega. Source: instagram.com/westjavacities

Pada tanggal 24 Maret 1946, pejuang membakar Kota Bandung sesuai dengan isi musyawarah. Membakar Bandung merupakan simbol yang bermakna bahwa mereka tidak rela menyerahkan Bandung kepada penjajah. Kota Bandung tercinta pun berkobaran api dan kobaran tersebut membuat langit Bandung memerah.

Pada saat itu ada satu moto yang mengobarkan semangat para pejuang dalam memperjuangkan kotanya dari para penjajah, “kami cinta damai, tapi kami lebih mencintai kemerdekaan.”

Halaman:

Editor: Riedha Aghniya Adriyana

Terkini

Sejarah Singkat Kerajaan Islam Samudera Pasai

Jumat, 1 Juli 2022 | 13:31 WIB
X