• Kamis, 18 Agustus 2022

Greysia/Apriyani Ukir Sejarah Baru Bulu Tangkis Indonesia

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 07:00 WIB
Greysia/Apriyani Ukir Sejarah Baru Bulu Tangkis Indonesia. (Source: Doc. Ig@olimpiadetokyo2020.id)
Greysia/Apriyani Ukir Sejarah Baru Bulu Tangkis Indonesia. (Source: Doc. Ig@olimpiadetokyo2020.id)
<p> p><p><strong>KETIKNEWS.ID,--strong>&nbsp;<span>Bulu tangkis Indonesia mencetak sejarah baru lewat penampilan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang berhasil menyabet tiket ke babak final Olimpiade Tokyo 2020 setelah mengalahkan unggulan keempat asal Korea Selatan Lee Sohee/Shin Seungchan pada Sabtu di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.span>p><p>Dalam pertarungan semifinal ajang paling bergengsi sejagad itu, Greysia/Apriyani memetik kemenangan straight game 21-19, 21-17 atas pasangan negeri ginseng tersebut.p><p>Dengan hasil itu, maka untuk pertama kalinya Indonesia memiliki wakil dari sektor ganda putri yang akan tampil di partai final Olimpiade.p><p>Sejak bulu tangkis pertama kali dinobatkan sebagai salah satu cabang olahraga resmi dalam ajang Olimpiade, yaitu pada Olimpiade 1992 di Barcelona, ganda putri Indonesia belum pernah menyumbang medali, bahkan tidak pernah sampai ke babak semifinal.<br /><br /><br />p><p>Pada Olimpiade 1992, Indonesia diwakili oleh Finarsih/Lili Tampi dan Erma Sulistianingsih/Rosiana Tendean. Namun Erma/Rosiana lebih dulu terhenti di babak pertama. Sementara Finarsih/Lili hanya mampu bertarung hingga perempat final setelah disingkirkan pasangan Korea Selatan Gil Young-Ah/Shim&nbsp;Eun-jung.p><p>Setelah itu, pada Olimpiade 1996 yang diselenggarakan di Atlanta, Indonesia kembali mengirimkan dua ganda putri, yaitu Finarsih/Lili Tampi dan Eliza Nathanael/Zelin Resiana.p><p>Tapi kali ini hasilnya berbeda, Finarsih/Lili kandas di babak kedua. Sedangkan Eliza/Zelin finis di perempat final usai menghadapi pasangan China Ge Fei/Gu Jun.p><p>Di Olimpiade Sydney 2000, ganda putri Merah Putih juga belum beruntung. Deyana Lomban/Eliza Nathanael langsung terhenti di babak pertama. Sementara Etty Tantri/Chynthia Tuwankotta takluk di tangan wakil China Ge Fei/Gu Jun di perempat final.p><p>Selanjutnya di Olimpiade Athena 2004, Indonesia hanya mengirim satu ganda putri, yakni Jo Novita/Lita Nurlita, yang kemudian dipaksa bertekuk lutut oleh Yang Wei/Zhang Jiewen asal China pada putaran kedua.p><p>Tak jauh berbeda dengan Olimpiade sebelumnya, satu-satunya ganda putri Indonesia Liliyana Natsir/Vita Marissa juga kandas di babak pertama Olimpiade Beijing 2008. Waktu itu, mereka kembali ditumbangkan pasangan China Yang Wei/Zhang Jiewen.<br /><br />p><p>p><p>p><p>Tembus ke final Olimpiade Tokyop><p>Perjalanan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi lawan-lawan yang tangguh sebelum akhirnya mendarat di partai final pesta olahraga terakbar itu.p><p>Menempati peringkat keenam dunia, Greysia/Apriyani memulai perjalanan mereka di Olimpiade Tokyo dari grup A bersama dengan Malaysia, Inggris dan Jepang.p><p>Pada laga pembuka, Greysia/Apriyani menaklukkan pasangan Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean dengan skor 21-14, 21-17.p><p>Kemudian, mereka kembali memetik kemenangan 21-11, 21-13 atas ganda putri Inggris Chloe Birch/Lauren Smith.p><p>Pada laga penyisihan terakhir grup, Greysia/Apriyani menumbangkan wakil tuan rumah sekaligus pasangan nomor satu dunia Yuki Fukushima/Sayaka Hirota lewat drama rubber game 24-22, 13-21, 21-8.p><p>Dengan hasil tersebut, Greysia/Apriyani berhak melanjutkan ke babak perempat final sebagai juara grup A.p><p>Sesuai hasil undian, Greysia/Apriyani kemudian dijadwalkan bertemu pasangan peringkat ketujuh dunia Du Yue/Li Yin Hui asal China.p><p>Pada babak delapan besar itu, Greysia/Apriyani menyingkirkan Du/Li dalam tiga gim dengan perolehan 21-15, 20-22, 21-17 dan melenggang ke semifinal.p><p>Di partai semifinal, Greysia/Apriyani lagi-lagi membuktikan kehebatannya. Mereka membungkam unggulan keempat asal negeri ginseng Lee Sohee/Shin Seungchan dengan kemenangan straight game 21-19, 21-17.<br /><br />p><p>Setelah kemenangan itu, kini mereka tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan impian menggenggam medali emas Olimpiade Tokyo 2020.p><p>Akan tetapi, satu tantangan besar harus mereka lewati terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa mewujudkan mimpi tersebut.p><p>Greysia/Apriyani akan memainkan laga final pada Senin (2/8) melawan pasangan nomor dua dunia Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari China.p><p>Dalam catatan BWF, Greysia/Apriyani tertinggal dengan agregat 3-6 dari sembilan pertemuan mereka dengan pasangan asal negeri tirai bambu tersebut.p><p>Kedua pasangan itu terakhir kali bertemu di turnamen BWF World Tour Finals 2019, yang dimenangkan oleh Chen/Jia 21-17, 10-21, 21-16.p><p>Greysia/Apriyani hanya tinggal menghitung hari menuju laga penentuan tersebut. Segala persiapan telah dilakukan secara maksimal, bahkan jauh sebelum Olimpiade itu dimulai, baik dari segi fisik maupun mental.p><p>Bulu tangkis Indonesia sudah mencatat sejarah baru lewat Greysia/Apriyani sebagai ganda putri pertama yang berhasil menembus hingga babak final Olimpiade.p><p>Namun tentu saja sejarah itu akan lebih manis untuk diingat jika mereka bisa membawa pulang medali emas sebagai kenang-kenangan. Selamat berjuang, Greysia/Apriyani.p>

Halaman:

Editor: Mohammad Aziz Pratomo

Tags

Terkini

Jadwal MDL S6 Week 2

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:58 WIB

Jadwal dan Hasil MPL PH S10

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 19:31 WIB

Tim dan Roster MPL PH S10

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:57 WIB

Turnamen MPL ID Season 10 Masuki Babak Regular

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:52 WIB
X