• Kamis, 18 Agustus 2022

617.467 Guru Honorer Madrasah Bakal Terima BLT Subsidi Upah!

- Minggu, 4 Oktober 2020 | 14:54 WIB
Ilustrasi – Guru mengaji di madrasah perkampungan, sedang mengajar ngaji santrinya.*  (Source: Mubakid.or.id)
Ilustrasi – Guru mengaji di madrasah perkampungan, sedang mengajar ngaji santrinya.* (Source: Mubakid.or.id)

“Data berdasarkan nama dan alamat guru madrasah bukan PNS (honorer) yang belum mencantumkan nomor rekening juga akan disampaikan oleh admin Simpatika Kemenag Pusat melalui admin Simpatika pada Kanwil Kemenag Provinsi,” ujarnya.

Ia juga mengaku bahwa pihaknya telah meminta Kanwil Provinsi untuk terus menyosialisasikan hal ini kepada seluruh satuan kerja dan guru madrasah di wilayah masing-masing.

"Dengan demikian, data rekening yang dibutuhkan segera lengkap dan tervalidasi,” ujar dia.

Sisa Anggaran BLT

Sisa Anggaran BLT Subsisi Upah untuk Pekerja Pemerintah semula mengganggarkan dana sebesar Rp37,74 triliun untuk menyalurkan BLT subsidi upah kepada pekerja anggota BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji di bawah Rp5 juta. Targetnya, ada 15,7 juta pekerja yang menerima BLT tersebut. Para pekerja yang memenuhi persyaratan mendapatkan bantuan Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan pada 2020. Dana itu diberikan dalam dua kali pencairan.

Namun, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memutuskan hanya memberikan bantuan subsidi upah kepada 12,4 juta pekerja. Keputusan ini diambil karena banyak pekerja di sektor lain seperti guru honorer di bawah Kementerian Agama dan Kemendikbud dinilai juga membutuhkan bantuan tersebut. Selain itu, hingga akhir September 2020, data penerima BLT yang memenuhi syarat baru terkumpul 12,4 juta orang. BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya sudah mengumpulkan data 14,8 juta pekerja calon penerima BLT. Namun, data 2,4 juta pekerja tidak lolos validasi, dikarenakan rekeningnya tidak valid dan tidak memenuhi persyaratan.

"Kami akan menyerahkan sisa anggaran yang sudah dialokasikan di anggaran Kemenaker untuk pekerja sebagaimana yang sudah dilakukan selama ini. Pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta. Kami akan serahkan ke bendahara negara yang selanjutnya akan direlokasi untuk bantuan penghasilan bagi guru agama dan honorer oleh Kemendikbud maupun Kemenag yang jadi leading sector," kata Ida, pada Kamis (1/10/2020).* Beberapa sumber

 

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Berawal dari TikTok, Vishing jadi Skema Penipuan

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:37 WIB

WhatsApp Himbau agar Pakai Aplikasi Resmi

Jumat, 15 Juli 2022 | 15:28 WIB

Kemensos Cabut Izin PUB Yayasan ACT

Rabu, 6 Juli 2022 | 13:33 WIB

Berikut Gejala Positif Omicron BA.4 dan BA.5

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:12 WIB
X